Ticker

6/recent/ticker-posts

Dua Karhutla Mengamuk di Seruyan, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Cepat, Api Berhasil Dijinakkan



Seruyan – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Dalam sehari, dua titik kebakaran ditangani aparat kepolisian bersama tim gabungan dan perusahaan. Respons cepat dilakukan untuk mencegah api menjalar dan meluas ke kawasan hutan maupun lahan masyarakat.

Peristiwa pertama terjadi di Desa Terawan, Kecamatan Seruyan Raya, Selasa (11/8/2026). Informasi mengenai titik api diterima personel piket siaga Karhutla Polsek Danau Sembuluh sekitar pukul 13.00 WIB.

Titik api terdeteksi pada koordinat -2.505971 S, 112.474971 E. Personel Polsek Danau Sembuluh langsung bergerak menuju lokasi bersama tim gabungan untuk memastikan kondisi dan melakukan pemadaman.

Penanganan melibatkan AIPDA Untung S dan BRIGPOL Andi, anggota Damkar Kecamatan Seruyan Raya, Tim Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Terawan, serta Tim Damkar PT KSI (Wilmar Group).

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan penyisiran, koordinasi, dan pemadaman. Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat api berpindah ke sejumlah titik.

Setelah pelaksanaan ishoma, sekitar pukul 19.00 WIB, petugas kembali melanjutkan pemadaman. Salah satu titik pergerakan api terdeteksi pada koordinat -2.506044 S, 112.474971 E.

Berkat respons cepat dan kerja sama lintas unsur, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke area lainnya. Petugas kemudian melakukan pengamanan serta pendataan lokasi untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali muncul.

Kapolsek Danau Sembuluh IPTU Rakhmat Effendi, S.H., menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah Karhutla.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. Apabila menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin," ujar Rakhmat.


Karhutla Kedua, 2 Hektare Lahan Gambut Terbakar

Belum selesai dengan penanganan di wilayah Terawan, kebakaran juga terjadi di kawasan perbatasan luar izin PT GBSM, tepatnya Blok 28/29 Estate 1 yang berbatasan dengan kawasan hutan Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir.

Informasi kebakaran diterima petugas pengamanan Polsek Seruyan Hilir sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (11/8/2026). Mendapat laporan tersebut, AIPTU Sugito langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan membantu proses pemadaman.

Tidak bekerja sendiri, Sugito bersama sekitar 60 karyawan PT GBSM berjibaku memadamkan api. Kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman tidak mudah dan membutuhkan penanganan intensif.

PT GBSM mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran, tiga unit mesin pompa air, dan tiga unit excavator diterjunkan untuk mengendalikan api.

Setelah sekitar empat jam penanganan, mulai pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Dari hasil pengecekan awal, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Petugas kemudian melakukan pemantauan dan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.

Kapolsek Seruyan Hilir IPDA Eko Andrianto, S.H., menegaskan bahwa kondisi lahan gambut membutuhkan respons cepat karena api dapat menyebar maupun bertahan di bawah permukaan.

"Kondisi lahan gambut memang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas. Kesiapsiagaan seperti ini harus terus ditingkatkan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang kering," tegas Eko.

Polisi Perkuat Deteksi Dini

Dua kejadian tersebut menjadi peringatan serius bahwa potensi Karhutla di Seruyan masih harus diwaspadai. 

Kecepatan menerima informasi, mendatangi lokasi, mengerahkan personel, hingga melakukan pemadaman menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Polsek Danau Sembuluh dan Polsek Seruyan Hilir memastikan koordinasi dengan pemerintah, masyarakat, tim MPA, pemadam kebakaran, serta pihak perusahaan terus diperkuat.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Setiap kemunculan titik api diminta segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum membesar.

Pesannya tegas: jangan tunggu api membesar. Deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci mencegah Karhutla meluas di Kabupaten Seruyan.(*As)