Ticker

6/recent/ticker-posts

Desa Kartika Bakti Sukses Gelar Panen Perdana Ikan Nila BioflokTonggak Baru Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal Seruyan Hilir Timur


https://www.mencarikeadilan.com ll KUALA PEMBUANG ll SERUYAN HILIR TIMUR — Desa Kartika Bakti menorehkan sejarah baru dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Pada Sabtu (29/11/2025), desa ini berhasil menggelar panen perdana ikan nila dengan teknologi bioflok, sebuah inovasi budidaya perikanan modern yang kini menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Panen perdana yang diselenggarakan di kawasan kolam bioflok Desa Kartika Bakti ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam mendorong inovasi pertanian dan perikanan berkelanjutan. Teknologi bioflok yang diterapkan Bumdes Karya Mandiri membuat budidaya nila semakin efisien, ramah lingkungan, dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga.

Meski diguyur hujan, suasana acara tetap berlangsung khidmat, meriah, dan penuh kekeluargaan. Sejumlah tokoh hadir memberikan dukungan, di antaranya Camat Seruyan Hilir Timur Ustadin Antoni, S.STP., perwakilan Kejari Seruyan Pratama, dr. Rita dari Dinas Kesehatan, ketua BPD, Babinsa, ketua Bumdes, serta tokoh masyarakat dari berbagai desa.

Camat Seruyan Hilir Timur: “Ini Percontohan bagi Desa Lain”

Dalam sambutannya, Camat Seruyan Hilir Timur, Ustadin Antoni, S.STP., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan Desa Kartika Bakti melalui Bumdes Karya Mandiri.

“Budidaya ikan nila bioflok yang dikembangkan Bumdes Karya Mandiri ini Alhamdulillah sukses dan berhasil. Ini menjadi satu percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Seruyan Hilir Timur, bahkan di kabupaten lainnya,” ujarnya.



Ia juga berharap program ketahanan pangan tidak berhenti pada ikan nila saja, tetapi berkembang ke komoditas lain untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kecamatan tersebut.
Pj.Kepala Desa Sri Ernawati: Warisan Program yang Harus Dilanjutkan

Menjelang akhir masa jabatannya, Pj.Kepala Desa Kartika Bakti, Sri Ernawati, menegaskan bahwa program bioflok ini harus diteruskan oleh kepemimpinan desa berikutnya.

“Saya sangat berharap program kolam ikan bioflok ini bisa dilanjutkan lebih luas lagi oleh kepala desa mendatang. Program ini sangat menguntungkan dan bisa menjadi pemulihan ekonomi desa,” tuturnya.



Sri Ernawati juga menekankan agar mitra MBG di kecamatan tidak lagi membeli bahan baku dari luar, tetapi memprioritaskan produk lokal dari desa-desa di Seruyan Hilir Timur.

“Biar program ketahanan pangan nasional berjalan selaras dengan instruksi pemerintah pusat. Kami sudah koordinasi, tetapi sampai sekarang belum ada respon dari pihak dapur MBG, khususnya Bumdes Kartika Bhakti,” tegasnya.


Panen Perdana Ditutup dengan Kebersamaan

Acara panen perdana ditutup dengan makan bersama, menyajikan berbagai hidangan hasil produksi masyarakat Desa Kartika Bakti. Hidangan itu seakan menjadi simbol keberhasilan desa dalam membangun kemandirian pangan melalui kekuatan lokal.

Panen perdana ikan nila bioflok ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah strategis desa menuju ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, sekaligus contoh nyata inovasi perikanan modern yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Desa Kartika Bakti kini berdiri selangkah lebih maju—menjadi inspirasi bagi desa lain di Kabupaten Seruyan.

(*Bw/Sp_mencarikeadilan.com)