Kuala Pembuang ll Seruyan ll https://www.mencarikeadilan.com.ll— Upaya penanganan stunting di Kabupaten Seruyan kembali mendapat suntikan dukungan dari sektor swasta. Sebanyak 250 balita menerima paket nutrisi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Indomaret Peduli, bekerja sama dengan HealthyWay Kids dan Pemerintah Kabupaten Seruyan, Selasa (31/12/2025).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Halaman Indomaret A. Yani 5 Seruyan, Desa Kuala Pembuang Satu, Kecamatan Seruyan Hilir. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, DPMPTSP, Perdagangan, UMKM, hingga perwakilan Indomaret.
Sekretaris Camat Seruyan Hilir, Ali Rahman, menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya Kabupaten Seruyan sebagai salah satu dari 20 kabupaten/kota di Indonesia penerima program CSR tersebut. Namun, ia menekankan bahwa bantuan nutrisi tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolik semata.
“Bantuan ini harus tepat sasaran dan terintegrasi dengan program kesehatan daerah. Kami menempatkannya sebagai bagian dari upaya penanganan stunting, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegas Ali.
Dari pihak perusahaan, Deputy Branch Manager Indomaret Banjarmasin, Mulus Agung Perbawa, menjelaskan bahwa secara nasional Indomaret menyalurkan 5.000 paket nutrisi melalui CSR Peduli 2025. Untuk Kabupaten Seruyan sendiri, dialokasikan 250 paket nutrisi.
“Ini bentuk kepedulian Indomaret terhadap kesehatan anak dan dukungan terhadap agenda Indonesia Emas 2045. Kami berharap bantuan ini memberi dampak nyata bagi tumbuh kembang balita,” tutur Mulus.
Paket nutrisi yang dibagikan terdiri dari beras 5 kilogram, telur, gula, dan susu HealthyWay Kids, dengan pendataan penerima dilakukan melalui koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan.
Namun demikian, di tengah distribusi bantuan ini, muncul catatan penting terkait skala dan keberlanjutan program. Dengan jumlah penerima yang masih terbatas dibandingkan potensi jumlah balita berisiko stunting di Seruyan, publik menilai diperlukan pengawasan ketat, evaluasi berkala, serta transparansi data penerima, agar program CSR benar-benar berdampak pada penurunan stunting secara signifikan.
Kehadiran sejumlah pejabat daerah dalam kegiatan ini, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Ruspiandian, Kabid Kesehatan Sarinah, Kabid Perdagangan Nurul Pahyuni, Kabid UMKM Masdiana, Kasi DPMPTSP Ninara Krisma, hingga unsur kelurahan, menunjukkan bahwa persoalan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, bukan hanya mengandalkan bantuan temporer.
Salah satu penerima manfaat, Sri Heryani, warga Kecamatan Seruyan Hilir, mengaku bantuan tersebut sangat membantu keluarganya, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum banyak tersentuh bantuan.
“Bantuan ini meringankan beban kami. Harapannya ke depan bisa lebih merata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program CSR Indomaret ini menjadi contoh keterlibatan sektor swasta dalam isu kesehatan publik. Namun tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi program, pemerataan manfaat, serta dampak jangka panjang, agar upaya menekan stunting di Kabupaten Seruyan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi solusi nyata dan terukur.
As_mencarikeadilan.com.