Ticker

6/recent/ticker-posts

Jangan Asal Bicara! Warga Pesisir Bukit Bela Kualitas Jalan Desa dari Kritik Oknum "Sok Pintar

Kerinci –https://www.mencarikeadilan.com Senyum sumringah terpancar dari wajah warga Desa Pesisir Bukit Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci Pasalnya, kerinduan masyarakat akan akses jalan desa yang mulus dan tahan lama kini telah terwujud. Melalui pembangunan jalan dengan metode Aspal Goreng, mobilitas warga antar dusun kini menjadi jauh lebih lancar. Senin, 29/12/2025

Mewakili aspirasi masyarakat, Pak Riko menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah desa dan pihak pelaksana atas terealisasinya pembangunan ini. Menurutnya, hasil pekerjaan kali ini jauh lebih memuaskan dibandingkan pembangunan sebelumnya.

"Kami merasa sangat senang dan puas. Hampir setiap dusun mendapatkan pemerataan pembangunan.Jika dibandingkan dengan rabat beton yang biasanya hanya bertahan satu atau dua tahun, jalan aspal goreng ini jelas jauh lebih unggul dan berkualitas," ujar Pak Riko.

Dukungan senada juga datang dari tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat. Mereka menilai pengerjaan jalan ini dilakukan secara serius oleh tenaga profesional. Bahkan, kualitas pengerjaan tim yang dipimpin oleh Pak Siren disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Kabupaten Kerinci, sebuah pengakuan yang juga datang dari pihak Dinas PUPR.

Secara teknis, proses pengaspalan dilakukan melalui dua tahapan yang teliti 
Tahap Awal: Penyiraman material Kelas A yang diikuti dengan lapisan aspal dasar (tipis).
Tahap Finishing: Pelapisan ulang aspal hingga mencapai ketebalan yang ditentukan, rata-rata 3 cm, bahkan di beberapa titik Pesisir Bukit ketebalannya melebihi standar tersebut.

Menepis Kritik Kurang Tepat
Di tengah antusiasme warga, terselip kritik dari segelintir oknum yang dinilai warga kurang memahami teknis pembangunan. Warga menyayangkan adanya pihak yang membandingkan ketebalan jalan desa (aspal goreng) dengan standar jalan nasional (aspal hotmix).
"Sangat aneh jika ada yang sok pintar mengkritik tapi tidak paham teknis.

Ada yang kecewa karena minta diaspal sampai ke depan pintu halaman rumah, padahal secara aturan yang wajib dibangun adalah jalan umum, bukan lahan pribadi," tegas salah seorang warga.

Masyarakat berharap pihak-pihak yang melontarkan kritik sebaiknya belajar dan bertanya terlebih dahulu mengenai perbedaan spesifikasi aspal goreng dan hotmix agar tidak asal bicara.

Kejadian unik muncul saat seorang warga Pesisir Bukit bernama Zainal mengirim pesan melalui akun Facebook pribadinya kepada seorang wartawan. Ia mengeluhkan kualitas aspal di wilayahnya yang dianggap buruk karena kurangnya pengawasan. Namun, pernyataan tersebut justru menuai kecaman dan tawa dari warga setempat. 

Kritikan yang disampaikan kepada wartawan tersebut justru dianggap tidak berdasar oleh warga sekitar. Alih-alih mendapat dukungan, ia malah dicemooh karena keluhannya diduga muncul hanya gara-gara keinginan pribadinya agar aspal mencapai teras rumahnya tidak ditanggapi.

Bagi mayoritas warga Pesisir Bukit, yang terpenting adalah jalan kini sudah mulus, kuat, dan sangat membantu aktivitas ekonomi mereka sehari-hari(Jo Korean)