https://www.mencarikeadilan.com.// - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah. Ketua Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri, mengatakan banyak guru mengeluhkan hilangnya satu jam pelajaran setiap hari demi menyukseskan program tersebut.
“Guru-guru mengeluhkan kepada kami bahwa untuk menyukseskan MBG di tiap sekolah mereka, mereka kehilangan satu jam pelajaran. Jadi justru itu mengganggu pembelajaran, men-distract pembelajaran,” kata Iman dalam diskusi tentang MBG di Ruang Belajar Alex Tilaar , pada Selasa, 23 Desember 2025.
Iman menjelaskan, sejak awal sekolah tidak dirancang untuk menjadi lokasi distribusi makanan berskala besar. Berbeda dengan praktik di sejumlah negara lain, program makan di sekolah biasanya terintegrasi dengan dapur sekolah. Di Indonesia, menurut dia, ketidaksiapan desain itu memaksa sekolah mengorbankan waktu belajar demi urusan teknis MBG.
Dalam hat tersebut di atas, Kami berharap agar Pemerentah Pusat bisa mengkaji Ulang akan Kebijak Terkait MBG tersebut, disisi lain MBG terkesan malah Membuka Peluang atau SELAH baru Prilaku Korufsi, Di sisi lain ..,, Sementara Pemerentah Sekarang Lagi Giat - giat nya Menyuarakan " STOP KORUFSI " atau istilah Heboh nya Pemberantasan Korufsi di mana - mana , tentu kehadiran MBG seakan Terkesan Tidak Relefan sama sekali dengan kebijakan - kebijakan sekarang yakni yang termaksut diatas Pemberantasan Korufsi... ," pantauan sang Jurnalis . ( Amsiruddin )