Ticker

6/recent/ticker-posts

Atlet Respek Polres Seruyan Sapu Bersih Podium UNDA RUN 5K Kotim

Sampit  ll Kotim // https://www.mencarikeadilan.com//–Suasana pagi 18/1/2026 belum sepenuhnya terjaga ketika peluit start memecah dingin udara Kota Sampit. Tepat pukul 05.00 WIB, Jalan Batu Berlian, di depan Universitas Darwan Ali (UNDA) seketika berubah menjadi panggung adu daya tahan, tekad, dan strategi. Dari sekitar 800 pelari lintas kabupaten di Kalimantan Tengah, sorotan justru mengarah pada satu tim kecil dengan misi besar, Atlet Respek Polres Seruyan.

Tiga nama yang mungkin tak banyak diprediksi publik, namun diam-diam telah mematangkan persiapan. M. Adetya Saputra, Devi Uut Permatasari, dan Nur Zahra Sumarni berdiri sejajar di garis start. Bukan sekadar membawa nomor dada, mereka membawa identitas, harga diri institusi, dan hasil latihan panjang yang jarang terekspos.

Didampingi AKP Sriyono, S.H. dan pelatih Rusdiani figur yang dikenal konsisten membina atlet-atlet daerah secara senyap, ketiganya langsung melesat begitu peluit dibunyikan. 

Rute 5 kilometer yang disiapkan panitia bukan lintasan ramah, Jalan H.M. Arsyad, M.T. Haryono, Ais Nasution, Ahmad Yani, hingga Bundaran Polres Kotim, menuntut stamina, pengaturan napas, serta kecermatan membaca ritme lawan.

Di titik-titik kritis itulah mental atlet diuji. Sejumlah pelari unggulan mulai tertinggal, sebagian lainnya terlihat memaksakan tempo. Namun Atlet Respek Polres Seruyan justru tampil konsisten tidak gegabah, tidak terpancing. Strategi itu terbukti menentukan.

Ketika matahari mulai meninggi dan waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB, papan hasil lomba menjadi saksi kejutan besar. Devi Uut Permatasari tampil dominan dan dinobatkan sebagai Juara 1 Putri Umum. Rekan satu timnya, Nur Zahra Sumarni, menyusul sebagai Juara 3 Putri Umum. Sementara di sektor putra, M. Adetya Saputra mengamankan Juara 2 Putra Umum.


Tiga atlet, tiga podium. Dominasi yang sulit diabaikan.

Hasil ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa Atlet Respek Polres Seruyan hanya pelengkap kompetisi. Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya: mereka datang dengan persiapan matang, disiplin latihan, dan dukungan struktural yang jelas.

Pengakuan atas capaian tersebut datang langsung dari Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi, S.H., S.I.K. Di tengah suasana euforia dan kelelahan, Kapolres menyambangi para atlet dan pelatih, menyampaikan apresiasi yang bukan sekadar formalitas.

“Ini bukan kemenangan instan. Ini buah dari kerja keras, disiplin, dan konsistensi latihan. Saya bangga. Tapi jangan berhenti sampai di sini. Tingkatkan terus, karena potensi kalian jauh lebih besar,” tegas AKBP Beddy Suwendi.

Pernyataan tersebut menegaskan satu hal penting, prestasi atlet tidak lahir secara kebetulan. Ada sistem pembinaan, ada komitmen pimpinan, dan ada kepercayaan terhadap potensi anak daerah. Dalam konteks olahraga Kalimantan Tengah, kemenangan Atlet Respek Polres Seruyan di UNDA RUN 5K menjadi sinyal kuat bahwa kekuatan baru sedang tumbuh bukan dari pusat, tetapi dari daerah yang konsisten bekerja dalam diam.

Lebih dari sekadar medali, kemenangan ini adalah pesan jika pembinaan dilakukan serius dan berkelanjutan, atlet daerah mampu bersaing dan mendominasi. 

Aspal Kota Sampit pagi itu bukan hanya menjadi lintasan lari, tetapi saksi lahirnya kisah tentang dedikasi, disiplin, dan masa depan olahraga Seruyan yang semakin menjanjikan.


*As_