Namun kali ini bukan dalam operasi keamanan, tetapi mengusung agenda kemanusiaan melalui giat “Bakti Sosial Kristiani 2025.”
Langkah para personel yang dipimpin langsung Wakapolres Kompol Hendry, S.E. itu terlihat santai namun jelas terarah. Mereka membawa paket sembako dan bantuan kebutuhan pokok, menyasar sejumlah keluarga kurang mampu.
“Kami ingin nilai kasih Natal ini terlihat dalam tindakan, bukan hanya dalam ucapan,” tegas Kompol Hendry ketika ditemui di sela kegiatan.
Aksi Sosial dengan Sentuhan Humanis
Paket bantuan yang dibagikan pagi itu bukan sekadar rutinitas akhir tahun. Dalam pandangan para penerima, bantuan tersebut menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang masih berjuang secara ekonomi.
Senyum haru dan ucapan syukur menjadi pemandangan yang berulang sepanjang kegiatan berlangsung.
Tak hanya penerima bantuan, warga yang menyaksikan langsung kegiatan ini pun menyampaikan apresiasi.
“Bansos seperti ini sangat membantu di kondisi masyarakat sekarang,” ungkap seorang warga, menandakan dukungan publik terhadap aksi kemanusiaan tersebut.
Dimensi Sosial di Tengah Situasi Ekonomi
Meski merupakan agenda rutin tahunan, momentum kali ini memiliki arti lebih luas: memperkuat empati aparat terhadap kondisi sosial warga. Situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat bantuan kebutuhan pokok memiliki makna strategis bagi keluarga yang terdampak.
Catatan Kritis: Program, Komitmen, dan Tindak Lanjut
Kegiatan sosial semacam ini tidak hanya dinilai dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari komitmen berkelanjutan institusi terhadap persoalan sosial masyarakat.
Dalam perspektif investigatif, langkah Polres Seruyan patut dicatat sebagai salah satu elemen pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan warga, di luar kewenangan penegakan hukum.
Pihak Polres Seruyan pun memastikan kegiatan sosial bukan hanya terjadi di momen tertentu, tetapi menjadi program yang terus dikembangkan seiring kondisi masyarakat.
Makna Natal: Menyapa Tanpa Memandang Latar Belakang
Natal yang biasanya identik dengan ibadah, kali ini menyentuh sisi humanis: saling memberi tanpa memandang suku, agama, dan identitas. Inilah pesan toleransi yang hendak ditegaskan di Kabupaten Seruyan menjelang Natal 2025.
Lebih dari Sekadar Seremonial
Dengan langkah sederhana namun bernilai, Polres Seruyan menunjukkan bahwa keamanan tidak hanya hadir melalui patroli dan penindakan, tetapi juga lewat sentuhan empati. Dari jalan-jalan di Kuala Pembuang, semangat Natal itu mengalir tanpa suara—hangat, humanis, dan menggugah.
—As, Mencari Keadilan.Com