Ini bukan sekadar sosialisasi. Ini adalah peringatan dini terhadap ancaman yang diam-diam merayap ke lingkungan pelajar, mulai dari narkoba, miras, balapan liar, hingga budaya knalpot brong yang semakin marak.
Tekanan Masuk ke Sekolah: Polres Seruyan Tanggap Baca Sinyal Bahaya
Dalam investigasi internal Polres Seruyan, berbagai kasus kriminalitas remaja di Kabupaten Seruyan menunjukkan pola yang mengkhawatirkan.
Narkoba mulai menyasar usia sekolah, balapan liar kembali meningkat, dan perundungan kian terpantau di dunia maya maupun nyata. Hal ini menjadi alasan strategis Polres Seruyan menempatkan sekolah sebagai titik utama pencegahan.
“Kami tidak menunggu masalah membesar. Edukasi harus masuk sebelum tindakan represif diperlukan,” ungkap Aiptu Andi Sugiyanto dalam sesi pemaparannya.
Anti Narkoba: Ancaman yang Menyamar di Balik Keakraban Remaja
Materi pertama yang ditegaskan adalah bahaya miras dan narkoba. Berdasarkan temuan lapangan, sejumlah kasus di Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa pelajar kerap menjadi target empuk jaringan pengguna pemula.
Pamapta menekankan bahwa miras, obat terlarang, hingga narkotika kelas rendah seringkali berawal dari coba-coba, namun berakhir pada jerat hukum dan kerusakan masa depan.
Knalpot Brong dan Balapan Liar: Budaya Baru yang Meresahkan
Fenomena knalpot brong menjadi sorotan tajam. Dalam investigasi KBO Lantas sebelumnya, suara bising knalpot racing sering dijadikan penanda balapan liar di malam hari. Tidak sedikit pelajar yang terlibat.
“Knalpot brong bukan gaya, tapi awal masalah. Dari bising jalanan hingga potensi kecelakaan, semua berujung keresahan publik,” tegas Andi di hadapan siswa.
Tawuran, Bullying, dan Efek Domino Medsos
Polisi juga mengurai pola baru tawuran remaja yang kini sering dipicu oleh cyber-bullying dan provokasi media sosial. Canda dunia maya bisa berubah menjadi pertikaian nyata.
Petugas meminta siswa lebih cerdas mengelola interaksi digital serta tidak terjebak hoaks yang memicu konflik.
Call Center 110: Siswa Diajak Jadi “Mata Awal" Pencegahan Kejahatan
Dalam penanganan Kamtibmas modern, Polri tidak lagi menempatkan masyarakat hanya sebagai “objek” penertiban. Siswa justru diajak menjadi agen informasi.
Aiptu Andi menegaskan bahwa pelajar harus segera melapor melalui Call Center 110 jika melihat indikasi kenakalan atau potensi kriminalitas.
“Informasi kecil dari siswa bisa menggagalkan potensi masalah besar,” jelasnya.
Situasi Kondusif, Tapi Pesan Menggema Kuat
Sosialisasi berakhir tertib, namun isinya meninggalkan gema tegas: masa depan pelajar Seruyan sedang berada dalam persimpangan. Di satu sisi, perkembangan teknologi dan lingkungan membuka peluang. Di sisi lain, ancaman kenakalan remaja terus membuntuti.
Polres Seruyan mengingatkan bahwa upaya pencegahan hanya berhasil bila dilakukan bersama—orang tua, sekolah, dan pelajar sendiri.
---As_mencarikeadilan.com.