https://www.mencarikeadilan.comKuala Pembuang II, Seruyan Tengah — Setelah berbulan-bulan menjadi sorotan publik dan viral akibat kerusakan parah yang menghambat aktivitas masyarakat, ruas jalan poros B3–B2–B1 di Seruyan Tengah akhirnya mulai mendapat penanganan serius. Manajemen baru PT Ciptatani Kumai Sejahtera (CKS) bersama warga pemilik unit angkutan latrit yang dikoordinir oleh Sekdes Suka Makmur, Nurcholis, turun langsung melakukan perbaikan darurat untuk memulihkan akses penting tersebut.
Ruas jalan yang sejak lama menjadi kubangan lumpur saat hujan ini telah membuat warga kesulitan untuk bekerja, bersekolah, hingga mengangkut hasil panen. Usai menuntaskan perbaikan di jalur B1 Suka Maju – B3 Batu Agung – B2 Suka Makmur, tim PT CKS kini bergerak menuju titik berikutnya yang tak kalah krusial: Simpang Papi (Sukerejo) – Aminjaya, sebelum area peraspalan yang kerap menjadi pusat genangan.
Alat Berat Dikerahkan, Drainase Jadi Prioritas Utama
Di lapangan, manajemen baru PT CKS langsung menurunkan greder, bomag, serta dua excavator PC.55 dan PC.200. Langkah awal yang dipilih adalah pembenahan parit dan saluran air—komponen yang selama ini menyebabkan jalan terendam dan rusak setiap kali hujan turun.
“Perbaikan kami mulai dari drainase karena genangan air adalah penyebab utama kerusakan jalan di lokasi ini,” ujar salah satu anggota tim lapangan PT CKS.
Untuk memperkuat badan jalan, perusahaan juga mengirim 40 rit batu kuari dari Pangkut, sehingga jalur tidak mudah amblas, licin, ataupun menjadi kubangan.
Komitmen Manajemen Baru PT CKS: “Ini Kewajiban Kami”
Kepada media, perwakilan manajemen baru PT CKS menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan, bukan semata reaksi atas meningkatnya tekanan publik.
“Giat ini kami lakukan sebagai wujud keseriusan dan tanggung jawab kami kepada masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Ini kewajiban kami, bukan sekadar tindakan darurat,” tegasnya.
Pihak perusahaan menekankan pentingnya sinergi positif antara PT CKS dan masyarakat sekitar.
“Kami ingin hubungan tetap harmonis tanpa ada yang dirugikan. Kehadiran kami harus memberi manfaat, bukan menambah masalah,” tambahnya.
Walau tidak menutup kemungkinan bahwa perbaikan ini belum menyelesaikan seluruh persoalan infrastruktur, manajemen baru menegaskan bahwa setidaknya perusahaan hadir dan bergerak untuk mengatasi persoalan yang selama ini diabaikan.
Warga Mengapresiasi, Namun Nada Kritik Tak Terelakkan
Meski perbaikan ini disambut baik, sejumlah warga masih melayangkan kritik. Mereka mempertanyakan mengapa langkah perbaikan baru dilakukan setelah kondisi jalan viral dan keluhan memuncak.
Bagi warga, ruas B3–B2–B1 merupakan jalur kritis ekonomi dan pendidikan. Kerusakan jalan seharusnya mendapat penanganan lebih cepat, bukan setelah menjadi sorotan.
Namun demikian, kehadiran manajemen baru PT CKS dianggap menghadirkan harapan baru dalam situasi minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kerusakan jalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Harapan untuk Perusahaan Lain: “Semoga Ikut Peduli”
Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan harapan besar terhadap langkah PT CKS.
“Semoga semua perusahaan sawit di Kabupaten Seruyan ikut memikirkan infrastruktur masyarakat, terutama di musim penghujan. Dan semoga manajemen baru PT CKS menjadi contoh kepedulian bagi perusahaan-perusahaan lain. Aamiin,” tuturnya.
Bukan Sekadar Jalan: Ini Nadi Kehidupan Warga
Bagi masyarakat Seruyan Tengah, jalan rusak bukan hanya soal lubang dan genangan air. Ini adalah jalur ekonomi, jalur pendidikan, dan jalur masa depan mereka.
Langkah manajemen baru PT CKS menghadirkan secercah harapan, meski masyarakat masih menagih solusi jangka panjang dari seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah itu, serta dari pemerintah yang selama ini dinilai kurang responsif.
(As_mencarikeadilan.com