Seruyan // https://www.mencarikeadilan.com// -Upaya memperkuat keterbukaan informasi publik dan kemitraan strategis antara kepolisian dan insan pers mulai diperlihatkan secara konkret oleh Polres Seruyan. Hal ini ditandai dengan tatap muka perdana Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi, S.H., S.I.K., bersama jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Seruyan, Selasa (20/1/2026) pagi.
Pertemuan yang berlangsung di Cafe Coffee Senggang sejak pukul 09.00 hingga 10.45 WIB tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara aparat penegak hukum dan wartawan adalah dua pilar penting dalam menjaga demokrasi dan kepercayaan publik.
Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi hadir langsung dan menegaskan pandangannya bahwa pers bukan sekadar mitra publikasi, tetapi bagian penting dalam ekosistem pengawasan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Saya sangat senang bisa berdialog langsung dengan wartawan. Dalam pelaksanaan tugas, kami banyak terbantu oleh informasi dan peran teman-teman pers,” tegas Kapolres.
Dari pihak PWI Seruyan, hadir Ketua Hendri Editia, Dewan Penasehat M. Yadi Mu’at, jajaran pengurus inti, serta tujuh anggota aktif.
Dikesempatan itu hadir pula ketua PWRI (Persatuan Wartawan Republik Indonesia) Kabupaten Seruyan Muhammad Yasir sebagai bentuk sinergitas diantara awak media dan menandakan hubungan diantara awak media diSeruyan terjalin solid.
PWI secara terbuka memaparkan realitas kewartawanan di Kabupaten Seruyan yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia.
Ketua PWI Seruyan Hendri Editia menegaskan bahwa wartawan di daerah bekerja dengan cakupan tugas yang luas, bahkan tanpa pembagian spesialisasi liputan.
“Satu orang wartawan bisa mem-back up seluruh kegiatan, termasuk isu kriminal, pemerintahan, hingga sosial. Ini karena keterbatasan jumlah anggota,” ungkap Hendri.
Pernyataan tersebut menjadi catatan penting dalam konteks pemberitaan, khususnya terkait ekspektasi kecepatan, kedalaman, dan akurasi informasi. Hendri juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak seluruh anggota PWI dapat hadir, lantaran sebagian tengah menjalankan tugas peliputan bersama Wakil Bupati Seruyan.
Transparansi dan Kritik Konstruktif
Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan penguatan komitmen bersama. Dialog berlangsung dua arah, membahas pentingnya komunikasi terbuka, akses informasi yang proporsional, serta peran pers sebagai mitra kritis yang tetap menjunjung kode etik jurnalistik.
Bagi Polres Seruyan, masukan dari insan pers dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi kinerja kepolisian. Sementara bagi PWI, keterbukaan informasi menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pemberitaan yang berimbang, faktual, dan bertanggung jawab.
Sinergi ini diharapkan mampu mencegah kesalahpahaman, meminimalkan disinformasi, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dan media.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh keterbukaan. Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi Polres Seruyan dan PWI harus terus dibangun secara berkelanjutan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Seruyan.