SERUYAN https://www.mencarikeadilan.com.ll– Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan kesiapan penuh jajarannya dalam menghadapi Operasi Ketupat 2026 sekaligus memperingatkan agar tidak ada celah bagi penyimpangan anggota di lingkungan kepolisian.
Arahan tersebut disampaikan Kapolda saat memimpin video conference bersama seluruh Pejabat Utama Polda Kalteng dan para Kapolres se-jajaran, termasuk Polres Seruyan, Rabu (4/3/2026).
Dalam arahannya, Kapolda menekankan tiga fokus utama: kesiapan Operasi Ketupat 2026, pengawasan internal anggota, serta strategi penanganan konflik sosial secara humanis.
Operasi Ketupat 2026 Berbasis Spiritual dan Sosial
Kapolda menegaskan bahwa Operasi Ketupat tahun ini tidak lagi sekadar berorientasi pada pengamanan arus mudik dan arus balik. Ia meminta seluruh jajaran mengedepankan pendekatan spiritual dan sosial selama momentum Ramadhan hingga Idulfitri.
Pengamanan, kata dia, harus mencakup ibadah puasa, salat Idulfitri, aktivitas masyarakat, pengamanan tempat wisata, hingga distribusi zakat dan tunjangan hari raya (THR). Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan diminta ditempatkan secara strategis dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, peningkatan patroli malam untuk mengantisipasi balap liar dan gangguan kamtibmas menjadi perhatian serius. Pengecekan moda transportasi juga diperintahkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik.
Kapolda turut mengingatkan agar pembagian zakat dan THR diatur dengan baik guna mencegah kerumunan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Penyimpangan Anggota: Tidak Ada Toleransi
Dalam aspek pengawasan internal, Kapolda menegaskan komitmen tanpa kompromi terhadap pelanggaran, khususnya penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polri.
Ia memerintahkan pengawasan melekat dari pimpinan hingga tingkat satuan terkecil. Anggota yang terbukti terlibat narkoba dipastikan akan diperiksa dan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
Kapolda juga mendorong pelaksanaan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) secara rutin dan substansial, bukan sekadar formalitas. Menurutnya, pembinaan karakter menjadi kunci menjaga integritas personel, terutama di bulan suci Ramadhan yang sarat nilai moral.
Pimpinan di semua tingkatan juga diingatkan untuk menjadi teladan, baik dalam kedinasan maupun kehidupan pribadi, demi menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Penanganan Konflik Sosial: Humanis dan Terukur
Dalam menghadapi potensi konflik sosial, Kapolda meminta jajaran tidak tergesa-gesa mengedepankan penindakan hukum. Pendekatan persuasif dan mediasi harus menjadi langkah awal.
Personel diminta melibatkan tokoh masyarakat dan pemangku adat dalam menyelesaikan akar persoalan. Jika tidak ditemukan titik temu, penyelesaian secara perdata dapat difasilitasi sebelum opsi penegakan hukum ditempuh.
Kapolda juga menekankan pentingnya dokumentasi setiap kegiatan pengamanan sebagai bentuk transparansi dan penyeimbang arus informasi di media. Peran fungsi intelijen dalam memetakan potensi kerawanan wilayah pun harus dioptimalkan.
Arahan tersebut menjadi pedoman bagi jajaran kepolisian di Kalimantan Tengah dalam menyambut Operasi Ketupat 2026, sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam menjaga keamanan, integritas internal, dan kepercayaan masyarakat.