Ticker

6/recent/ticker-posts

Dihadang Hama dan Cuaca Ekstrem, Panen Jagung Parang Batang Jadi Ujian Program Swasembada Pangan

Kuala pembuang ll Seruyanhttps://www.mencarikeadilan.com.//— Panen perdana jagung program “Satu Desa Satu Hektar” di Desa Parang Batang, Kecamatan Hanau, Sabtu (13/12/2025), menjadi gambaran nyata tantangan pelaksanaan Swasembada Pangan 2025 di tingkat desa.

Dari lahan seluas sekitar 1 hektar, panen menghasilkan ±300 kilogram jagung, angka yang diakui belum optimal. Pemerintah desa menyebut serangan hama dan curah hujan tinggi sebagai kendala utama selama masa tanam.

Kegiatan panen dihadiri PJ Kepala Desa Parang Batang Mahmur, Kapolsek Hanau IPTU Firman Amir, S.H., M.H., unsur Polsek Hanau, kelompok tani, dan warga. Kehadiran lintas sektor menegaskan bahwa ketahanan pangan kini menjadi isu bersama, tidak hanya urusan petani.

Kapolsek Hanau menilai keberhasilan program tidak semata diukur dari hasil panen, tetapi dari kolaborasi dan konsistensi pendampingan. Sementara itu, Penggerak Ketahanan Pangan Desa menyatakan perlunya penguatan strategi antisipasi hama dan adaptasi cuaca ekstrem.

Hasil panen akan melalui proses pengeringan sebelum direncanakan disalurkan ke Bulog Kotawaringin Timur, sebagai bagian dari penguatan stok pangan nasional.

Panen ini menjadi catatan awal bahwa keberhasilan swasembada pangan akan sangat ditentukan oleh kemampuan desa menghadapi tantangan riil di lapangan, bukan sekadar target di atas kertas.

As_Mencarikeadilan.com.