Ticker

6/recent/ticker-posts

Tampil Perkasa di Sampit, Atlet Respek Polres Seruyan Sapu Bersih Kategori Umum



SAMPIT ll https://www.mencarikeadilan.com.ll-— Fajar baru saja merekah di langit Sampit ketika ribuan pelari memadati halaman Kantor Cabang Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (15/2/2026). Di antara derap langkah dan gemuruh semangat peserta Ansor Fun Run 5K, nama Polres Seruyan mencuat sebagai salah satu sorotan utama.

Empat atlet muda binaan Respek Polres Seruyan tampil penuh determinasi sejak garis start dilepas pukul 05.15 WIB. Mereka adalah M Adetya Saputra, Adli, Devi Uut Permatasari, dan Nur Zahra Sumarni. Turun dengan persiapan matang dan disiplin latihan yang konsisten, para atlet ini menunjukkan bahwa pembinaan yang terarah mampu melahirkan prestasi nyata.

Hasilnya tak tanggung-tanggung. Devi Uut Permatasari melesat menjadi yang tercepat di kategori Putri Umum dan memastikan posisi Juara 1. Rekannya, Nur Zahra Sumarni, menyusul dengan raihan Juara 3 Putri Umum. Sementara di sektor putra, M Adetya Saputra mengamankan posisi Juara 2 Putra Umum setelah bersaing ketat hingga garis akhir.

“Alhamdulillah, ini buah dari kerja keras mereka. Latihan yang disiplin akhirnya terbayar,” ujar pendamping tim, AKP Sriyono, usai lomba.

Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti bahwa institusi kepolisian tak hanya berfokus pada tugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam pembinaan generasi muda.

“Prestasi ini membanggakan dan menunjukkan komitmen kami dalam mendukung pengembangan potensi anak muda, khususnya di bidang olahraga,” kata Beddy saat dikonfirmasi terpisah.

Meski satu atlet putra belum berhasil menembus podium, kekompakan dan daya juang tim tetap menjadi catatan positif. Raihan tiga trofi dalam satu ajang mempertegas eksistensi tim Respek sebagai salah satu kekuatan baru di kancah lomba lari regional Kalimantan Tengah.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembinaan berkelanjutan, dukungan institusi, serta semangat kolektif mampu melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan berprestasi. Di lintasan sepanjang lima kilometer itu, bukan hanya medali yang diperebutkan, melainkan juga harapan akan masa depan olahraga daerah yang lebih cerah.


*As_MencariKeadilan.com.