SERUYAN — https://www.mencarikeadilan.com//—Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Tengah mulai menjadi pemandangan rutin dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini terjadi di sejumlah daerah, termasuk Palangka Raya, Kotawaringin Timur, hingga Kotawaringin Barat.
Pantauan pada Sabtu sore menunjukkan antrean kendaraan mengular di SPBU kawasan Pematang Panjang, Kabupaten Seruyan. Kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk tampak memenuhi badan jalan, menunggu giliran mengisi bahan bakar.
Antrean bahkan meluas hingga ke ruas jalan utama dan memperlambat arus lalu lintas. Sejumlah pengendara mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM.
Lonjakan antrean ini diduga berkaitan dengan kenaikan harga BBM yang mulai berdampak pada perilaku masyarakat. Selain itu, pembatasan distribusi dan penerapan sistem pembelian berbasis aturan tertentu turut memicu peningkatan permintaan dalam waktu singkat.
“Biasanya tidak sepanjang ini. Sekarang hampir setiap hari antre,” kata seorang pengendara di lokasi.
Fenomena ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap BBM, terutama untuk kebutuhan transportasi dan distribusi barang. Dalam jangka pendek, kondisi tersebut berpotensi mengganggu mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di daerah.
Pemerintah daerah dan operator diharapkan segera memastikan kelancaran distribusi serta menjaga stabilitas pasokan. Kepastian informasi dinilai penting untuk meredam potensi kepanikan masyarakat.
Hingga Sabtu petang, antrean di sejumlah SPBU di wilayah Kalimantan Tengah masih berlangsung, dengan tingkat kepadatan yang bervariasi di tiap daerah.