KUALA PEMBUANG – https://www.mencarikeadilan.com//–Polres Seruyan menggelar bakti kesehatan berupa donor darah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Patriatama 95 Mapolres Seruyan itu menjadi wujud komitmen Polri menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan.
Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi, S.H., S.I.K., memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Seruyan Ny. Putri Beddy. Donor darah juga diikuti pejabat utama, personel Polres Seruyan, serta pengurus dan anggota Bhayangkari Cabang Seruyan.
Aksi donor darah itu digelar untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Seruyan. Setiap kantong darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi serta berkontribusi menyelamatkan nyawa.
Kapolres bahkan turut menjadi pendonor. Langkah itu dinilai sebagai bentuk keteladanan bahwa pengabdian anggota Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga lewat aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Donor darah adalah bukti nyata bahwa Polri hadir bukan hanya dalam tugas formal, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan. Darah yang didonorkan hari ini mungkin akan menyelamatkan nyawa seseorang yang tidak pernah kita kenal. Itulah semangat Bhayangkara di usia ke-80," kata Beddy.
Menurutnya, semangat HUT Bhayangkara tahun ini diarahkan untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung.
Donor darah menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-80 Polres Seruyan. Sebelumnya, institusi tersebut telah melaksanakan bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, bedah rumah, bakti religi, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga olahraga bersama sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Seruyan menegaskan bahwa peringatan HUT Bhayangkara tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan pelayanan kepada masyarakat.(*As)