Ticker

6/recent/ticker-posts

Karhutla Mengancam Seruyan, PT Sinarmas Turunkan Helikopter Water Bombing ke Titik Api



KUALA PEMBUANG – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mendapat dukungan dari pihak swasta. PT Sinarmas memfasilitasi satu unit helikopter water bombing untuk membantu memadamkan titik-titik kebakaran yang terdeteksi di wilayah tersebut.

Helikopter mulai dioperasikan sejak 9 September 2026 dan hingga Jumat (18/9/2026) masih dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla, terutama pada lokasi yang berdasarkan pemantauan dan laporan tim dinilai membutuhkan penanganan cepat.

Pelaksana Harian (PH) PT Sinarmas, Arif, mengatakan pengerahan helikopter tersebut merupakan bentuk sinergi perusahaan dalam membantu pemerintah menangani karhutla di Kabupaten Seruyan.

“Dalam menghadapi penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Seruyan, pihak PT Sinarmas bersinergi dengan menurunkan satu buah helikopter water bombing. Kami mulai beroperasi pada 9 September kemarin sampai saat ini,” ujar Arif saat ditemui awak media di Bandara Kapten Mulyono, Kuala Pembuang, Jumat (18/9/2026).

Menurut Arif, sejak dikerahkan, helikopter tersebut telah melakukan sedikitnya delapan kali penerbangan untuk mendukung operasi pemadaman. Salah satu wilayah yang menjadi sasaran penanganan adalah kawasan Pukun, Kecamatan Seruyan Hilir Timur.

“Dalam kurun waktu ini kami sudah melakukan delapan kali penerbangan atau penanganan karhutla (landing dan take off) dan menyasar daerah Pukun, Seruyan Hilir Timur,” katanya.


Arif menjelaskan, pengerahan helikopter tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap operasi mengacu pada laporan serta titik koordinat yang sebelumnya dianalisis oleh tim internal untuk menentukan lokasi yang membutuhkan intervensi.

“Kami bekerja berdasarkan laporan yang ditentukan titik koordinatnya. Tim internal mempelajari daerah atau titik hotspot mana yang perlu kami atasi penanganannya,” jelasnya.

Ia menyebut, berdasarkan hasil pemantauan tersebut, kegiatan water bombing lebih banyak diarahkan ke titik koordinat di kawasan Pukun, Seruyan Hilir Timur.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat karakter penanganan karhutla membutuhkan respons cepat. Titik api yang terlambat ditangani berpotensi meluas, terlebih dalam kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran.


Untuk mendukung operasional helikopter, PT Sinarmas juga menyiapkan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Arif mengatakan pasokan BBM untuk helikopter didatangkan dari wilayah Kotawaringin Timur melalui Baratama.

Sementara untuk aspek keselamatan dan pengamanan BBM yang ditempatkan di kawasan Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang, pihaknya mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan.

“Pasokan BBM untuk helikopter water bombing kami suplai dari Kotim melalui Baratama. Terkait pengamanan tempat BBM yang ada di lokasi Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang, kami sudah melakukan tahapan pengamanan dengan mempersiapkan segala sesuatu semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Menurut Arif, kecepatan menjadi faktor penting dalam operasi penanganan karhutla. Helikopter harus dapat segera kembali mengudara setelah melakukan pengisian dan persiapan di darat.

“Kita menghadapi zona tanggap darurat karhutla. Artinya kita membutuhkan moping yang cepat, dari landing ke terbang (take off) lagi membutuhkan waktu,” katanya.

Untuk mempercepat proses tersebut sekaligus memastikan aspek keselamatan, operasional helikopter turut didukung fasilitas pemadam kebakaran milik bandara.

Arif menyebut dukungan tersebut mencakup fire extinguisher atau peralatan pemadam dengan jenis foam dan cairan. Petugas juga disiagakan selama kegiatan operasional berlangsung.

“Contohnya kami dibantu pemadam kebakaran milik bandara. Fire extinguisher ada dua macam, yaitu foam dan cairan. Artinya, saat kami review, mereka selalu standby,” ujarnya.

Di tengah ancaman karhutla yang masih harus diwaspadai, Arif mengingatkan masyarakat maupun seluruh pihak agar tidak menggunakan api sebagai cara membuka lahan.

Menurut dia, pembakaran lahan bukan solusi yang tepat dan justru dapat memperbesar risiko kebakaran yang berdampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Dalam membuka lahan dengan cara membakar lahan itu bukan solusi terbaik,” tegas Arif.

Pengerahan helikopter water bombing oleh PT Sinarmas menjadi salah satu dukungan dalam upaya mempercepat penanganan karhutla di Seruyan.

Namun, efektivitas penanggulangan kebakaran tidak hanya bergantung pada pemadaman setelah api muncul, melainkan juga pada pencegahan dan kepedulian seluruh pihak agar kebakaran tidak kembali terjadi.(*As)