Ticker

6/recent/ticker-posts

Upacara Bela Negara ke-77 Digelar, Polres Seruyan Ditegaskan Tak Sekadar Seremoni: Ujian Nyata Ada di Lapangan

Kuala Pembuang ll Seruyan ll https://www.mencarikeadilan.com.//— Di tengah tantangan keamanan yang kian kompleks, Polres Seruyan menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025. 

Upacara yang berlangsung pada Jumat (19/12/2025) pukul 07.30 WIB di halaman Mapolres Seruyan ini berjalan khidmat, dipimpin langsung Kapolres Seruyan AKBP Han's Itta Papahit dan diikuti seluruh jajaran perwira, personel Polri, serta ASN Polri.

Namun, peringatan Hari Bela Negara kali ini tidak hanya dibingkai sebagai agenda rutin seremonial. Di balik barisan rapi dan kibaran Merah Putih, terselip pesan tegas: bela negara harus teruji dalam kerja nyata, bukan berhenti pada pidato dan upacara.

Dalam amanatnya, Kapolres Seruyan menegaskan bahwa bela negara di era modern tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai pertahanan bersenjata. Ancaman hari ini bergerak dalam bentuk disrupsi digital, hoaks, polarisasi sosial, hingga gangguan kamtibmas di tingkat lokal.

“Bela negara adalah tanggung jawab seluruh warga, dan bagi personel Polri diwujudkan melalui pengabdian profesional, integritas, serta menjaga stabilitas keamanan,” tegas Kapolres.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat internal bahwa komitmen bela negara bagi institusi kepolisian tidak berhenti pada simbolisme, melainkan tercermin dalam kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, dan kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat.

Sejumlah poin strategis ditekankan dalam amanat upacara, mulai dari internalisasi nilai cinta tanah air dan Pancasila, kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber dan hoaks, hingga penguatan sinergitas lintas sektor bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. 

Namun, di tengah pesan normatif tersebut, publik menaruh harapan lebih: apakah nilai bela negara akan konsisten diterjemahkan dalam kebijakan dan tindakan di lapangan?

Rangkaian upacara berlangsung tertib, mencakup pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, serta ikrar Bela Negara. Kekhidmatan acara mencerminkan disiplin dan soliditas internal Polres Seruyan.

Meski demikian, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah upacara berakhir. Bela negara, dalam konteks kepolisian daerah, diuji melalui kemampuan mengelola konflik sosial, memberantas kejahatan, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, serta merespons cepat persoalan publik yang berdampak langsung pada rasa aman warga.

Dengan peringatan Hari Bela Negara ke-77 ini, Polres Seruyan menyatakan komitmennya untuk tetap berada di garis terdepan menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Seruyan. Publik kini menanti pembuktian: apakah semangat bela negara akan terus hidup dalam tindakan nyata, atau kembali larut dalam rutinitas seremonial tahunan.


-As, Mencari keadilan. Com.