Ticker

6/recent/ticker-posts

Di Bawah Pengamanan Ketat 49 Personel, Final Grasstrack Bupati Seruyan 2026 Berlangsung Kondusif


Kuala Pembuang ll Hanau ll https://www.mencarikeadilan.com.ll— Sirkuit Kalingkala, Desa Pembuang Hulu I, Kecamatan Hanau, Minggu (11/1/2026), menjadi pusat perhatian ribuan warga saat final Kejuaraan Grasstrack Bupati Seruyan 2026 digelar. Di balik deru mesin dan sorak penonton, aparat keamanan menerapkan pengamanan terpadu untuk memastikan kegiatan yang berisiko tinggi ini berjalan tanpa insiden.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda hadir langsung membuka dan menutup acara yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Sejumlah pejabat daerah turut mendampingi, mulai dari Wakil Ketua I DPRD Harsandi, anggota DPRD H. Bambang Yantoko, hingga jajaran Forkopimda dan Muspika Hanau. Kehadiran para petinggi daerah ini sekaligus menjadi simbol bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang balap, melainkan agenda resmi pemerintah daerah.

Sorotan utama tertuju pada aspek keamanan. Dengan jumlah penonton yang membludak dan karakter olahraga grasstrack yang berisiko tinggi, aparat menurunkan 49 personel gabungan. Rinciannya mencakup 17 personel Polsek Hanau, 3 personel Satlantas Polres Seruyan, 9 personel Koramil Hanau, dan 20 personel Batamad Kecamatan Hanau. Kapolsek Hanau IPTU Firman Amir, SH, MH memimpin langsung pengamanan di lapangan.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Grasstrack kerap menyimpan potensi rawan: kecelakaan lintasan, penonton yang terlalu dekat dengan arena, hingga potensi gangguan ketertiban. Namun hingga penutupan acara, tidak ada laporan gangguan keamanan maupun kecelakaan serius. Situasi dinyatakan terkendali.

Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa kejuaraan tahun ini memiliki nilai lebih karena diikuti pembalap dari luar Kalimantan Tengah. 

“Ini membuktikan bahwa Seruyan mulai diperhitungkan sebagai tuan rumah even otomotif berskala luas,” ujarnya.

Namun di balik suksesnya acara, ada catatan penting: pengamanan besar-besaran ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan aparat menyadari betul tingginya risiko yang melekat pada kegiatan semacam ini. Tanpa sistem pengawasan dan pengamanan yang kuat, even dengan ribuan penonton bisa berubah menjadi bencana.

Penyerahan piala dan penghargaan kepada para juara yang dilakukan langsung oleh Bupati Seruyan menandai berakhirnya kejuaraan. Bagi pemerintah daerah, keberhasilan ini menjadi modal untuk menjadikan grasstrack sebagai agenda rutin. Bagi aparat keamanan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi TNI, Polri, dan unsur masyarakat mampu menjaga stabilitas di tengah keramaian massal.

Di Sirkuit Kalingkala hari itu, bukan hanya adrenalin pembalap yang diuji—tetapi juga kesiapan negara dalam mengelola kerumunan, risiko, dan keamanan publik.


(*As)