Ticker

6/recent/ticker-posts

Polres Seruyan Perketat Seleksi Psikologi Calon Pemegang Senjata Api

Tes Psikologi Calon Pengguna Senjata Api (Senpi) Organik, Mapping Psikologi,

Seruyan https://www.mencarikeadilan.com.ll— Polres Seruyan secara resmi menggelar Tes Psikologi Calon Pengguna Senjata Api (Senpi) Organik, Mapping Psikologi, serta Konseling Psikologi dalam rangka program PNPP Polda Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Patriatama 95 Polres Seruyan pada Kamis (29/1/2026).
 

Acara dibuka oleh Kabag SDM Polres Seruyan, AKP Luluk Sumarsono, bersama Ketua Tim Tes Psikologi 1, Felinsa Oktora Tanau, S.Psi., M.Psi. Hadir pula para Pejabat Utama (PJU) Polres, Kapolsek jajaran, serta peserta tes dari berbagai satuan fungsi.

Dalam sambutannya, AKP Luluk Sumarsono menegaskan bahwa tes ini bukan sekadar prosedur administratif, melainkan syarat mutlak bagi personel yang akan bertugas dengan senjata api. Menurutnya, hasil asesmen psikologi menjadi dasar utama dalam menentukan kelayakan personel untuk memegang dan mengoperasikan senpi organik.

“Ini bukan formalitas. Hasil tes psikologi menjadi acuan utama dalam pemberian izin penggunaan senjata api di lapangan,” tegas AKP Luluk.

Sementara itu, Ketua Tim Tes Psikologi, Felinsa Oktora Tanau, menekankan bahwa pelaksanaan seleksi ketat ini merupakan perintah pimpinan sebagai langkah preventif terhadap potensi penyalahgunaan senjata api oleh oknum. Ia menegaskan bahwa pengalaman masa lalu menunjukkan pentingnya kontrol psikologis yang kuat sebelum personel dibekali senpi.

“Administrasi dibuat ketat sebagai langkah antisipasi, mengingat pernah terjadi insiden penyalahgunaan senjata api oleh oknum. Polri tidak bisa lagi mengambil risiko,” ujar Felinsa.

Ia menambahkan bahwa stabilitas emosional dan kematangan psikologis menjadi faktor kunci dalam penggunaan senjata api. Melalui tes ini, kondisi kejiwaan setiap personel dipetakan secara komprehensif untuk memastikan tidak ada kecenderungan impulsif, agresif, atau tidak stabil yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun institusi.

Selain asesmen psikologi, personel yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut akan mengikuti sesi konseling guna memperkuat kesiapan mental sebelum diizinkan membawa senjata api.

Langkah Polres Seruyan ini menegaskan komitmen Polri dalam meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Dengan seleksi berbasis psikologi yang ketat, diharapkan senjata api hanya berada di tangan personel yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga matang secara mental, stabil secara emosional, dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugas.

*As_mencarikeadilan.com.