Langkah ini menegaskan pendekatan proaktif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di momentum hari libur nasional yang kerap berpotensi menimbulkan kerawanan.
Patroli yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu menyasar titik-titik strategis di pusat kota. Kehadiran aparat di ruang publik bukan sekadar simbolik, melainkan upaya konkret memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terkendali.
Di sela patroli, Kapolres tidak hanya memantau, tetapi juga membuka ruang dialog langsung dengan warga. Ia menyampaikan pesan tegas tentang pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketertiban. Warga diminta tidak abai terhadap potensi gangguan keamanan dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kehadiran kami untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga ketertiban bersama,” ujar Beddy.
Respons warga pun cenderung positif. Interaksi langsung antara aparat dan masyarakat dinilai memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, sekaligus menciptakan rasa aman yang lebih nyata di tengah aktivitas warga.
Langkah patroli ini menjadi bagian dari strategi pengamanan May Day 2026 yang menekankan pencegahan dini. Polres Seruyan menunjukkan bahwa stabilitas wilayah tidak hanya dijaga melalui pengamanan formal, tetapi juga melalui pendekatan humanis dan komunikasi langsung dengan masyarakat.