SERUYAN, —https://www.mencarikeadilan.com//— Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Yosi Muhamartha, menegaskan bahwa transformasi pelayanan Polri tidak boleh berhenti pada tataran konsep. Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan langsung kepada jajaran Polres Seruyan di Aula Patriatama 95, Senin (27/4) sore.
Di hadapan puluhan personel, Wakapolda menekankan bahwa wajah Polri hari ini ditentukan oleh kualitas pelayanan di tingkat bawah. Kecepatan, ketepatan, dan sikap humanis menjadi tolok ukur utama yang dinilai langsung oleh masyarakat.
“Tidak ada ruang untuk pelayanan lambat, berbelit, apalagi tidak transparan. Transformasi harus terlihat, terasa, dan berdampak langsung,” tegasnya.
Arahan ini menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Seruyan, setelah sebelumnya dilakukan peninjauan kesiapan sarana dan prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, menurut Wakapolda, kesiapan peralatan saja tidak cukup tanpa diimbangi perubahan sikap dan pola kerja personel.
Ia mengingatkan bahwa setiap anggota Polri adalah representasi institusi. Kesalahan kecil di lapangan dapat berdampak besar terhadap kepercayaan publik. Karena itu, profesionalisme, transparansi, dan responsivitas harus menjadi standar mutlak dalam setiap tugas.
Lebih jauh, pendekatan humanis ditegaskan sebagai fondasi utama dalam pelayanan, tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan hukum. Keseimbangan inilah yang dinilai menjadi kunci keberhasilan transformasi Polri Presisi.
Kunjungan ini tidak sekadar seremoni, melainkan bentuk pengawasan langsung sekaligus peringatan tegas bahwa reformasi pelayanan publik harus dijalankan secara konsisten hingga ke tingkat Polres. Polda Kalteng menegaskan, kepercayaan masyarakat tidak dibangun lewat slogan, tetapi melalui kerja nyata di lapangan.