KUALA PEMBUANG —https://www.mencarikeadilan.com Pemandangan berbeda terlihat di SMP Negeri 2 Kuala Pembuang, Kamis pagi (7/5/2026). Sejumlah personel Sat Binmas Polres Seruyan datang ke sekolah bukan membawa suasana tegang layaknya penegakan hukum, melainkan menghadirkan semangat literasi lewat program Bhayangkara Penjaga Aksara (BAJAKA).
Di tengah derasnya arus digital dan ketergantungan generasi muda terhadap gawai, polisi mencoba masuk lewat pendekatan yang lebih humanis: mengajak siswa membaca.
Mulai pukul 08.30 WIB, BRIPDA Riyan F. J bersama personel lainnya duduk bersama para pelajar, membagikan buku bacaan, berdiskusi santai, hingga melontarkan pertanyaan ringan seputar manfaat membaca. Suasana yang biasanya formal berubah cair. Tawa para siswa pecah di sela kegiatan.
“Sekarang tantangannya bukan lagi kurang sekolah, tapi kurang minat baca. Anak-anak terlalu lama di depan HP. Di sinilah kami hadir mengingatkan bahwa membaca juga bisa menyenangkan,” ujar BRIPDA Riyan.
Program BAJAKA menjadi langkah kecil namun penting di tengah menurunnya budaya literasi di kalangan remaja. Polisi tidak hanya tampil sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga mencoba mengambil peran sosial membangun karakter generasi muda.
Sejumlah siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka berebut menjawab pertanyaan dari petugas dan aktif memilih buku yang dibawa personel Sat Binmas.
Salah satu guru SMPN 2 Kuala Pembuang mengapresiasi langkah Polres Seruyan tersebut. Menurutnya, di era digital saat ini, kebiasaan membaca mulai tergerus oleh media sosial dan hiburan instan.
“Program seperti ini sangat penting. Membaca bukan hanya menambah wawasan dan pengetahuan siswa, tetapi juga melatih pola pikir serta kemampuan mereka memahami informasi dengan baik,” ujarnya.
Polres Seruyan memastikan program BAJAKA tidak berhenti di satu sekolah. Kegiatan serupa direncanakan akan berlanjut ke sejumlah sekolah lain di wilayah Kabupaten Seruyan sebagai bagian dari pendekatan edukatif kepolisian kepada generasi muda.
Di tengah stigma polisi yang identik dengan penindakan, BAJAKA hadir membawa pesan berbeda: polisi juga bisa menjadi sahabat literasi.