Seruyan –https://www.mencarikeadilan.com//–– Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Seruyan berlangsung khidmat sekaligus sarat pesan strategis. Dalam upacara yang digelar di Lapangan Mapolres Seruyan, Rabu (1/7/2026), Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi, S.H., S.I.K. membacakan amanat Presiden Republik Indonesia yang menegaskan arah baru Polri untuk semakin profesional, adaptif, dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.
Upacara yang mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat" itu dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, Bhayangkari, serta seluruh personel Polres Seruyan.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Wakil Bupati H. Supian, Sekda Dr. Bahrun Abbas, Wakil Ketua I DPRD Harsandi, Kajari Seruyan Andre, Plt Pabung 1015 Sampit Kapten Inf. Supriyono, beserta tamu undangan lainnya turut mengikuti jalannya upacara.
Dalam amanat Presiden yang dibacakan Kapolres, pemerintah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri atas dedikasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa tantangan institusi kepolisian ke depan semakin kompleks.
Presiden menyoroti peran strategis Polri dalam mendukung berbagai program prioritas nasional, mulai dari pembangunan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis, optimalisasi 651.196 hektare lahan jagung guna mendukung swasembada pangan, hingga pembangunan 10.905 unit hunian serta pengamanan proyek-proyek strategis nasional.
Tak hanya itu, Presiden juga memberikan lima arahan utama yang harus menjadi pegangan seluruh anggota Polri, yakni memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas, memperkuat kapasitas sumber daya manusia menghadapi ancaman multidimensi, meningkatkan fleksibilitas organisasi, serta membangun legitimasi institusi melalui kepercayaan publik.
Dalam amanat tersebut ditegaskan, Polri tidak lagi cukup bekerja secara reaktif. Di tengah ancaman kejahatan transnasional, perang siber, dinamika geopolitik global, hingga ketidakpastian ekonomi dunia, Polri harus mampu bertindak prediktif, responsif, dan adaptif dalam menjawab setiap tantangan.
Pesan Presiden ditutup dengan ajakan kepada seluruh insan Bhayangkara untuk menjadikan profesi kepolisian sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Jadikan setiap tugas sebagai ibadah, setiap pelayanan sebagai kehormatan, dan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama memakai seragam ini. Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju. Dirgahayu Polri," demikian pesan Presiden yang dibacakan Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Seruyan menjadi momentum mempertegas komitmen Polri untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat demi mewujudkan keamanan yang menjadi fondasi pembangunan daerah maupun nasional.(*As)