Ticker

6/recent/ticker-posts

Hotspot Muncul, Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Karhutla di Seruyan



SERUYAN – Munculnya sejumlah titik panas atau hotspot di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, langsung direspons cepat aparat kepolisian bersama tim gabungan Satgas Karhutla. Personel diterjunkan ke lapangan untuk memastikan titik api dapat dikendalikan dan tidak berubah menjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meluas.

Penanganan dilakukan di dua wilayah, yakni Kecamatan Seruyan Tengah dan Kecamatan Hanau, pada Jumat (21/8/2026) hingga Sabtu (22/8/2026).
Di wilayah Desa Mugi Panyuhu, Kecamatan Seruyan Tengah, satu titik hotspot terdeteksi melalui sistem Karhutla SIPongi pada Jumat (21/8/2026) pukul 00.49 WIB. Titik tersebut terpantau melalui satelit NASA-NOAA20 dengan koordinat Latitude -1.9485 dan Longitude 112.32097 serta tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium.

Informasi itu langsung ditindaklanjuti personel Siaga Karhutla Polsek Seruyan Tengah bersama BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pemantauan sekaligus pemadaman.

Personel yang diterjunkan terdiri dari Bripka Bade, Brigpol Slamet Riadi, Bripda M. Wahdiya Lutfi, empat personel BPBD, serta dua anggota MPA.

Kapolsek Seruyan Tengah IPDA Martono, S.M. menegaskan, setiap laporan maupun deteksi hotspot tidak boleh dianggap sepele.

“Begitu titik hotspot terdeteksi, personel langsung melakukan pengecekan, pemantauan dan pemadaman bersama unsur terkait. Langkah cepat ini dilakukan agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” tegas Martono.

Tiga Hotspot di Hanau Juga Langsung Ditangani

Respons cepat juga dilakukan Satgas Karhutla Kecamatan Hanau. Tiga titik hotspot terdeteksi di wilayah Desa Pembuang Hulu I dan Desa Pembuang Hulu II, Kecamatan Hanau, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Tim gabungan langsung bergerak ke lokasi dengan kekuatan 2 personel Polsek Hanau, 2 personel Kecamatan Hanau, 1 personel Koramil 1015-11 Hanau, 5 personel Damkar Kecamatan Hanau, 5 personel BPBD Kecamatan Hanau dan 4 personel MPA.

Dua unit kendaraan pemadam dikerahkan, masing-masing satu unit mobil pemadam BPBD Kecamatan Hanau dan satu unit mobil pemadam Damkar Kecamatan Hanau.

Tiga titik yang ditangani yakni:

- HS 1: Desa Pembuang Hulu I, koordinat 2,49507 / 112,16396.
- HS 2: Desa Pembuang Hulu II, koordinat -2,49285 / 112,17766.
- HS 3: Desa Pembuang Hulu II, koordinat -2,49165 / 112,17498.

Ketiga titik tersebut berjarak relatif berdekatan, sekitar 200 meter. Api membakar area kebun sawit milik masyarakat serta lahan kosong yang dipenuhi semak belukar dan gambut kering.

Upaya pemadaman tidak berlangsung mudah. Tim menghadapi keterbatasan sumber air karena tidak terdapat embung di sekitar lokasi. Petugas bahkan harus mengambil air dari Sungai Seruyan yang berjarak sekitar 3 kilometer.

Kondisi cuaca panas, ditambah semak belukar dan gambut yang kering, membuat api berpotensi lebih cepat menjalar. Karena itu, proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan dan pemantauan ketat untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Kapolsek Hanau IPDA Bima Satria Susilo, S.Tr.K. mengatakan, seluruh unsur Satgas Karhutla terus bekerja bersama untuk mengendalikan titik api.

“Personel bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan di sekitar titik hotspot. Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah munculnya kembali titik api dan penyebaran ke area lainnya,” ujar Bima.
Polsek Seruyan Tengah dan Polsek Hanau bersama BPBD, Damkar, TNI, pemerintah kecamatan serta MPA memastikan penanganan Karhutla terus dilakukan secara cepat dan terpadu.

Aparat juga meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah hotspot berkembang menjadi Karhutla besar yang mengancam lingkungan, perkebunan, maupun permukiman warga.

Pesan tegasnya: setiap titik api harus segera ditangani. Sedetik keterlambatan dapat membuka peluang api meluas dan sulit dikendalikan.(*As)