Ticker

6/recent/ticker-posts

Air Warga Mulai Asin Diterjang Kemarau, Polres Seruyan Bergerak Kirim Bantuan Air Bersih


KUALA PEMBUANG – Musim kemarau mulai berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Sumber air yang selama ini digunakan warga di RT 10, Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, berubah menjadi asin sehingga tidak lagi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kondisi tersebut mendorong Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri bersama jajaran Polres Seruyan turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Bantuan air bersih diberikan sebagai bentuk respons terhadap kondisi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air layak untuk kebutuhan sehari-hari akibat dampak musim kemarau.

Perubahan kualitas air menjadi persoalan yang dirasakan langsung masyarakat. Sumber air yang biasanya menjadi tumpuan warga mengalami perubahan akibat kondisi kemarau dan menjadi asin.

Situasi tersebut membuat kebutuhan terhadap pasokan air bersih semakin mendesak. Untuk itu, personel kepolisian bersama Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri mengambil langkah dengan mendistribusikan air bersih langsung kepada warga.

Dalam kegiatan tersebut, turut terlibat Kabag Ops Polres Seruyan, Kasat Lantas Polres Seruyan, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Undang, serta personel Satlantas Polres Seruyan.

Kabag Ops Polres Seruyan mengatakan, distribusi air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak kemarau.

“Kami melihat kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika sumber air yang biasa digunakan warga berubah menjadi asin akibat musim kemarau, tentu kebutuhan air bersih menjadi semakin penting. Karena itu, kami berupaya hadir dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan. Personel juga berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan warga di tengah situasi kemarau.

Langkah tersebut dinilai penting agar bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh persoalan yang dihadapi masyarakat.

Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.

Kondisi kemarau yang berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan.

Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak musim kemarau di Kabupaten Seruyan.

Di tengah sumber air yang mulai berubah asin, kehadiran aparat diharapkan bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi menjadi bagian dari respons bersama menghadapi dampak kemarau yang semakin dirasakan masyarakat.(*As)