Www, MencariKeadilan, Com, - Desakan untuk menolak dan menghentikan program MBG kian menguat dan ramai diperbincangkan di berbagai media (pers).
Namun hingga kini, belum terlihat adanya respons tegas baik dari Presiden maupun instansi terkait. Pemerintah justru terkesan lebih menonjolkan apresiasi atas capaian program tersebut, sementara berbagai kejadian seperti kasus keracunan massal masih dianggap wajar karena dinilai berada di bawah persentase tertentu.
Situasi ini memicu tuntutan agar program MBG segera dihentikan. Sayangnya, sampai saat ini pemerintah belum juga mengambil langkah kebijakan yang jelas. Berbagai laporan tentang makanan MBG yang basi, busuk, berulat, hingga menyebabkan keracunan massal anak - anak sekolah sebagai calon-calon generasi penerus bangsa seolah belum mendapatkan perhatian serius.
Program ini kerap hanya dilihat dari sisi pembukaan lapangan kerja, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas tumbuh kembang generasi penerus bangsa .
Faktanya, MBG selama ini dinilai hanya mengenyangkan perut, bukan mencerdaskan pikiran. Yang dirasakan para siswa justru keluhan seperti sakit perut, mual, muntah, hingga sesak napas.
Selain itu, MBG bukanlah mandat utama dalam undang-undang. Amanat UUD yang sesungguhnya adalah menjamin pendidikan yang bermutu, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta membentuk kemampuan berpikir kritis dan pengelolaan ilmu pengetahuan yang bersifat membangun bagi masa depan anak bangsa . (Amsiruddin) .