PALANGKA RAYA ll https://www.mencarikeadilan.com.ll- — Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2026 tingkat Polres/Ta di Graha Bhayangkara Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Rabu (19/2/2026).
Forum tahunan ini tak sekadar seremoni evaluasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi strategi menghadapi dinamika keamanan yang kian kompleks, dari isu regional hingga dampak situasi nasional dan internasional terhadap daerah.
Rapim dipimpin langsung Kapolda Kalteng, Iwan Kurniawan, dan dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, unsur Forkopimda, pejabat utama Polda, serta para kapolres jajaran. Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan bahwa agenda keamanan daerah kini tak bisa dipisahkan dari koordinasi antarlembaga.
Di tengah pembahasan evaluasi kinerja, Kepolisian Resor Seruyan mencatat capaian menonjol. Satuan kewilayahan itu masuk jajaran terbaik dalam percepatan target Quick Wins Triwulan I Tahun 2026.
Capaian ini menjadi indikator awal efektivitas program prioritas Polri di tingkat daerah, khususnya dalam peningkatan pelayanan publik, respons cepat terhadap gangguan kamtibmas, dan penguatan kepercayaan masyarakat.
Kabidhumas Polda Kalteng, Budi Rachmat, menegaskan bahwa Rapim merupakan implementasi hasil Rapim Polri 2026 sekaligus sarana penyamaan persepsi atas perkembangan situasi kamtibmas.
Ia menyebut sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari tantangan keamanan regional, potensi konflik sosial, hingga dampak dinamika global terhadap stabilitas daerah.
“Rapim ini menjadi forum evaluasi sekaligus penajaman langkah kebijakan agar respons kepolisian tetap adaptif,” ujarnya.
Secara terpisah, sejumlah pengamat keamanan di Palangka Raya menilai, tantangan terbesar Polda Kalteng ke depan bukan hanya pada aspek penegakan hukum, melainkan pada konsistensi membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda. Wilayah Kalimantan Tengah yang luas dengan karakteristik geografis beragam membutuhkan pendekatan keamanan berbasis pencegahan dan deteksi dini.
Bagi Polres Seruyan, capaian Quick Wins menjadi momentum sekaligus ujian. Komitmen meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik harus teruji pada stabilitas riil di wilayah hukum, termasuk kemampuan meredam potensi gangguan kamtibmas sejak dini.
Rapim 2026 ini pada akhirnya menegaskan satu hal: penguatan sinergi antarlembaga dan konsistensi implementasi kebijakan menjadi kunci menjaga situasi keamanan di Bumi Tambun Bungai tetap kondusif. Capaian angka dan penghargaan hanyalah awal; tantangan sesungguhnya adalah memastikan keamanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
*As_Mencarikeadilan.com.