Ticker

6/recent/ticker-posts

PT Ciptatani Kumai Sejahtera Gelar Acara Nyanggar Kebun, Libatkan Pemerintah hingga Tokoh Adat di Seruyan



Kuala Pembuang ll Seruyan Tengah ll https://www.mencarikeadilan.com.ll- PT Ciptatani Kumai Sejahtera (CKS) menggelar kegiatan Nyanggar Kebun pada Sabtu (14/2/2026) di Sanggar Padang Tagari, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Agenda yang dimulai pukul 10.00 WIB itu melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, hingga perwakilan masyarakat dari sejumlah desa sekitar wilayah operasional perusahaan.

Undangan resmi bernomor 037/UND/CKS-LEGAL/II/2026 telah disampaikan pada 11 Februari 2026 dari kantor perusahaan di Desa Suka Makmur, Seruyan Tengah. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis perusahaan dalam membangun komunikasi terbuka dan memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan.

Sejumlah pejabat daerah yang diundang antara lain Camat Seruyan Tengah dan Camat Batu Ampar, Kapolsek dan Danramil setempat, serta Damang Adat Seruyan Tengah–Batu Ampar. Selain itu, perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari delapan desa sekitar, Tangga Batu, Teluk Bayur, Gantung Pengayuh, Derawa, Batu Menangis, Sahabu, Durian Kait, dan Kalang, turut diundang bersama mantir adat serta pengurus koperasi lokal.
Direktur Legal PT CKS, Goleong Sihotang, saat dikompirmasi awak media ini mengatakan kegiatan "Nyanggar Kebun"  bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga harmoni sosial dan menghormati kearifan lokal.

“Acara Nyanggar kebun itu digelar merupakan tindak lanjuti dari Pertemuan pihak PT dengan Para Mantir adat di delapan Desa dan bersama 2 koperasi, Yaitu koperasi Gawi Hapakat Maju Bersama /kec.Seruyan Tengah (ketua :Sulesdi) dan koperasi Padang Tagari sejahtera /kec.Batu Ampar (ketua :Teing )" tutur Goleong.

Lebih lanjut Goleong mengatakan "PT.CKS Kami menyadari bahwa keberlangsungan usaha kami tidak bisa dilepaskan dari dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. Nyanggar Kebun ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat, terlebih bulan suci Ramadhan sebentar lagi akan tiba,” ujar Goleong, Kamis (13/2/2026).

Ia menegaskan, perusahaan ingin memastikan pengelolaan kebun berjalan selaras dengan prinsip keterbukaan, tanggung jawab sosial, serta kepastian hukum. Melalui forum tersebut, PT CKS juga membuka ruang dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait pengelolaan lahan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Kami ingin sinergi ini tidak berhenti pada seremoni. Harapannya, ada komunikasi yang berkelanjutan dan solusi bersama jika muncul persoalan di lapangan,” tambahnya tegas.


Sebelum mengakhiri ia berharap acara nya berjalan sesuai dengan harapan.
"Semoga acara ini nantinya berjalan lancar aman dan kondusif dan membuahkan hasil yang bermanfaat bagi semua pihak," pungkas Goleong.


Kegiatan ini dipandang sebagai momentum konsolidasi antara perusahaan, aparat pemerintah, dan masyarakat adat dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah perkebunan. 


Di tengah dinamika pengelolaan sumber daya alam, kolaborasi multipihak dinilai menjadi kunci untuk mencegah potensi konflik dan memperkuat pembangunan ekonomi berbasis kemitraan di tingkat desa.


*As_Mencarikeadilan.com.