Kondisi tersebut memicu keluhan warga yang mendesak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) kabupaten kerinci segera turun ke lapangan untuk memantau distribusi serta mengevaluasi penyebab tingginya harga LPG bersubsidi.
Masyarakat 3 kecamatan kayu aro barat,kayu aro dan kecamatan gunung tujuh juga meminta pemerintah memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun dugaan permainan distribusi oleh oknum yang menyebabkan harga terus melambung.
“Kami meminta Disperindagkop Kabupaten Kerinci segera mengatasi persoalan ini. Kami warga Kecamatan Kayu Aro sangat keberatan dengan harga LPG yang saat ini mencapai Rp28 ribu di pangkalan, sementara di warung pengecer dijual Rp35 ribu hingga Rp38 ribu,” ujar salah seorang warga Kayu Aro.(15 Juli 2026)
Menurut masyarakat Kayu Aro, LPG 3 kg merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang digunakan oleh rumah tangga, pelaku usaha mikro, hingga pedagang kecil. Karena itu, tingginya harga sangat membebani perekonomian warga.
“Kami mendesak instansi yang memiliki kewenangan segera menangani persoalan ini karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” katanya.(Jo)