Kuala Pembuang – – https://www.mencarikeadilan.com// Puluhan siswa SMP Negeri 1 Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa sakit perut, diare, demam, dan menggigil pada Rabu (29/7/2026). Menyikapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan langsung membentuk posko kesehatan dan melakukan investigasi untuk mengungkap penyebabnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah siswa sempat mendapatkan penanganan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Dari salah satu kelas, sedikitnya sekitar 12 siswa dilaporkan mengalami gejala yang sama. Sementara itu, pendataan terhadap kelas lainnya masih terus dilakukan.
Seorang guru SMPN 1 Kuala Pembuang membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pihak sekolah saat ini masih melakukan pendataan terhadap seluruh siswa yang mengalami keluhan serupa.
"Pendataan masih berlangsung sehingga jumlah pasti siswa yang terdampak masih terus diperbarui," ujar guru tersebut.
Hingga Rabu malam, sejumlah orang tua mengaku anak mereka masih mengeluhkan sakit perut, diare, disertai demam dan menggigil setelah pulang dari sekolah. Namun, penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih belum dapat dipastikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Ruspandianoor, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim kesehatan ke SMPN 1 Kuala Pembuang untuk memberikan pelayanan kepada para siswa sekaligus melakukan penyelidikan epidemiologi.
"Kami telah membentuk posko kesehatan di sekolah. Prioritas kami adalah memastikan seluruh siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan medis secepatnya, sembari melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini," kata Ruspandianoor.
Selain mendata siswa yang terdampak, tim Dinas Kesehatan juga mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan turut dilakukan di dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan apakah terdapat kaitan dengan makanan yang dikonsumsi para siswa.
Ruspandianoor menegaskan, hingga saat ini belum ada kesimpulan mengenai penyebab kejadian tersebut. Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Penyebabnya masih dalam proses investigasi. Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan resmi agar informasi yang diterima benar dan tidak menimbulkan keresahan," tegasnya.
Dinas Kesehatan memastikan pemantauan terhadap kondisi para siswa akan terus dilakukan hingga seluruh proses investigasi selesai dan penyebab kejadian dapat dipastikan secara ilmiah.(*As)