Ticker

6/recent/ticker-posts

Polres Seruyan Bentengi Pelajar dari Kekerasan Seksual dan Adiksi, Siswa SMKN 1 Kuala Pembuang Dibekali Keberanian Melapor




Seruyan – Polres Seruyan terus memperkuat upaya perlindungan terhadap generasi muda melalui edukasi pencegahan kekerasan seksual dan bahaya adiksi. Kamis (6/8/2026), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Seruyan turun langsung ke SMKN 1 Kuala Pembuang untuk memberikan pembekalan kepada ratusan pelajar dalam rangka In House Training peningkatan kualitas pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Kuala Pembuang mulai pukul 09.30 hingga 11.00 WIB itu menghadirkan Ps. Kanit IV Satreskrim Polres Seruyan Aipda Miftah Kumar sebagai narasumber. 

Edukasi diberikan sebagai langkah preventif agar pelajar memahami ancaman kekerasan seksual, penyalahgunaan zat, hingga kecanduan digital yang kini semakin mengintai remaja.

Dalam pemaparannya, Aipda Miftah Kumar menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari peningkatan kesadaran dan keberanian siswa untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain.

Ia menjelaskan berbagai bentuk kekerasan seksual, dampak hukum dan psikologis yang ditimbulkan, serta prosedur pelaporan yang dapat ditempuh korban maupun saksi apabila menemukan tindak pidana tersebut. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk memperoleh perlindungan dan hidup di lingkungan yang aman tanpa intimidasi maupun kekerasan.

Selain isu kekerasan seksual, Polres Seruyan juga mengingatkan para pelajar terhadap bahaya adiksi, baik akibat penyalahgunaan narkotika, minuman berbahaya, maupun kecanduan penggunaan gawai dan media digital secara berlebihan. Dampaknya tidak hanya mengganggu kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat merusak prestasi belajar, hubungan sosial, hingga masa depan generasi muda.

Sebagai bagian dari upaya membangun sekolah yang ramah anak, para siswa diajak untuk saling peduli, berani menolak segala bentuk kekerasan, serta tidak takut melapor kepada guru, orang tua, maupun aparat penegak hukum apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindakan yang melanggar hukum.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para pelajar tampak antusias mengikuti materi, aktif mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Polres Seruyan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di lingkungan pendidikan sebagai mitra dalam membangun karakter generasi muda. 

Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan angka kekerasan terhadap anak, mencegah perilaku berisiko, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.(*As)