Ticker

6/recent/ticker-posts

Amukan Api di Kuala Pembuang: Satu Rumah Ludes, Damkar Berpacu Cegah Kobaran Merembet ke Permukiman Padat



SERUYAN — https://www.mencarikeadilan.com // Kobaran api melahap satu unit rumah warga di kawasan Jalan Ais Nasution, RT 001 RW 001, Kelurahan Kuala Pembuang I, Kecamatan Seruyan Hilir, Senin petang, 11/5/2026. Kebakaran yang terjadi di tengah permukiman padat itu sempat memicu kepanikan warga sekitar.

Api dilaporkan muncul sekitar pukul 17.53 WIB. Informasi pertama diterima petugas setelah seorang warga bernama Basit datang langsung ke Pos Damkar Kabupaten Seruyan untuk meminta bantuan.

Tak berselang lama, Regu 2 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seruyan bergerak menuju lokasi. Empat armada dikerahkan, masing-masing Mobil 09, Mobil 07, mobil tangki, dan mobil fuso.

Petugas tiba di lokasi hanya dalam hitungan menit. Namun saat operasi pemadaman dimulai, api sudah membesar dan membakar bangunan milik Widodo.

Kondisi permukiman yang padat menjadi hambatan utama. Jarak rumah dan ruko yang berhimpitan membuat petugas kesulitan menjangkau titik api. Asap tebal dan panas menyengat memaksa personel bekerja ekstra agar kobaran tidak merembet ke bangunan lain.

“Bagian ruko dan rumah terlalu rapat sehingga menyulitkan proses pemadaman,” tutur salah satu petugas Damkar Seruyan saat ditemui awak media.

Dalam operasi itu, personel Damkar turut mendapat bantuan dari BPBD, TNI, dan Polri. Sejumlah anggota dari Regu 1 dan Regu 3 juga diterjunkan untuk memperkuat proses pemadaman.

Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.57 WIB atau hampir satu jam setelah operasi dilakukan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan kawasan permukiman padat di Kuala Pembuang terhadap ancaman kebakaran. Minimnya jarak antarbangunan dinilai menjadi faktor yang memperbesar risiko sekaligus menghambat proses penanganan saat musibah terjadi.

*As_Mencarikeadilan.com.