Ticker

6/recent/ticker-posts

Karhutla di Danau Seluluk Meluas, Tim Gabungan Bergerak Cepat, 2 Hektare Lahan Gambut Terbakar


Seruyan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Kali ini, kobaran api melanda kawasan semak belukar di pinggir Jalan Jenderal Sudirman Km 126, Desa Tanjung Hara, Kecamatan Danau Seluluk, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kondisi lahan yang terbakar merupakan kawasan dengan karakteristik tanah gambut. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Cuaca cerah disertai angin dengan kecepatan sedang menjadi faktor yang berpotensi membuat api cepat menjalar.


Begitu laporan diterima, tim gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman. Personel Polsek Hanau, BPBD Kecamatan Danau Seluluk, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan ke lokasi.

Dari Polsek Hanau, dua personel yakni Aiptu Rusben Nadeak dan Aipda Tomy R. Nenggolan ikut dalam operasi pemadaman. Mereka diperkuat empat personel BPBD serta dua anggota MPA Desa Asam Baru.
Petugas mengoperasikan satu unit mobil pemadam kebakaran, dua rol selang dengan panjang masing-masing sekitar 100 meter, serta satu nozzle.

Namun, pemadaman tidak berlangsung mudah. Sumber air berada sekitar 4 kilometer dari titik kebakaran, sehingga mobilisasi air menjadi salah satu kendala utama di lapangan.

Karakteristik lahan gambut membuat penanganan kebakaran membutuhkan kewaspadaan ekstra. Api tidak hanya berpotensi membakar permukaan, tetapi juga dapat menjalar dan menyisakan titik panas yang sulit terlihat.
Tim gabungan pun tidak hanya mengejar kobaran api, tetapi juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala dan merambat ke kawasan lain.

Hingga pukul 16.40 WIB, petugas masih berjibaku di lokasi. Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan guna mencegah api meluas.

Karena titik karhutla berada tepat di pinggir jalur Trans Kalimantan, personel Polsek Hanau juga melakukan pengaturan lalu lintas.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kemacetan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kebakaran, terutama ketika aktivitas pemadaman berlangsung.

Kapolsek Hanau IPDA Bima Satria Susilo, S.Tr.K., juga melakukan koordinasi dengan perusahaan terdekat, PT Musirawat Citra Harpundo, agar turut mengambil bagian dalam penanganan karhutla dengan mengerahkan personel dan peralatan pendukung.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bahwa ancaman karhutla di Seruyan belum bisa dianggap remeh. Kondisi lahan gambut, cuaca cerah, angin sedang, serta keterbatasan sumber air menjadi kombinasi yang dapat memperbesar risiko kebakaran.

Tim gabungan memastikan upaya pemadaman terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman. Fokus utama petugas adalah menghentikan penyebaran api, mendinginkan area terbakar, serta mencegah munculnya titik api baru.

Penanganan cepat dan kolaborasi lintas unsur menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar dan mengganggu lingkungan maupun aktivitas masyarakat di sekitar jalur Trans Kalimantan.

Saat ini, tim gabungan masih berada di lokasi dan terus melakukan pemadaman serta pendinginan. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan belum dapat disimpulkan.(*As)