Kuala Pembuang ll Seruyan ll https://www.mencarikeadilan.com— Sebanyak 32 calon siswa (casis) mengikuti tahapan awal seleksi penerimaan terpadu Akademi Kepolisian (Akpol) dan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Aula Patriatama 95 Polres Seruyan, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan ini menjadi gerbang pertama dalam proses panjang rekrutmen anggota Polri yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Rinciannya, peserta terdiri dari 2 casis Akpol, 23 casis Bintara PTU pria, dan 7 casis Bintara PTU wanita. Sejak pagi, seluruh peserta menjalani serangkaian verifikasi administrasi dan pemeriksaan fisik awal, mulai dari absensi, pengukuran tinggi dan berat badan, hingga pengecekan kelengkapan dokumen penting seperti KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, surat domisili, serta keabsahan ijazah.
Wakapolres Seruyan, Kompol Hendry, S.E., yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan terbuka. “Kami memastikan seluruh calon memenuhi syarat administrasi dan fisik. Proses ini diawasi secara internal maupun eksternal guna menjamin transparansi,” ujarnya.
Pelaksanaan verifikasi melibatkan lintas instansi, antara lain tim dari Polres Seruyan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Selain itu, pengawasan juga dilakukan oleh fungsi internal Polri seperti Propam dan Siwas, serta pihak eksternal dari LSM Simpati Anak Bangsa.
Kehadiran pengawas eksternal menjadi bagian penting dalam memastikan proses seleksi berjalan objektif dan bebas dari praktik penyimpangan. Polri terus menegaskan komitmennya dalam mewujudkan rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Para casis tampak antusias mengikuti setiap tahapan, menyadari bahwa verifikasi awal ini merupakan langkah krusial menuju tahapan seleksi berikutnya dalam upaya meraih cita-cita menjadi anggota Polri.
*As_Mencarikeadilan.com.